Yahoo Messager
Status YM

Buatlah Rencana Hidupmu Sendiri.

Buatlah Rencana Hidupmu Sendiri, Atau seumur hidup akan menjadi bagian dari rencana hidup orang lain

Action

Kalo mau BESAR berpikirlah menjadi BESAR

Kalau tidak Berubah saya akan KALAH - Kotaro Minami

Kebahagiaan sering datang kepada kita dalam bentuk kesakitan, kehilangan, dan kekecewaan, tapi dengan kesabaran, kita segera akan melihat bentuk aslinya

Rencana HIDUP

Tanpa Rencana, hidup kita hanya akan disibukkan dengan berpindah dari satu masalah ke maslah lainnya

Jangan takut melakukan

Jangan takut melakukan kesalahan, yang penting LURUSKAN NIAT lalu PERBAIKI

Wednesday, 28 April 2010

Membangun Bisnis Pribadi saat Jadi Orang Kantoran

Membangun Bisnis Pribadi saat Jadi Orang Kantoran
Rabu, 28 April 2010 - 13:58 wib

BANYAK orang yang mulai membangun bisnisnya tapi masih enggan meninggalkan statusnya sebagai karyawan kantoran. Banyak yang berhasil, tapi banyak juga yang gagal. Bagaimana agar Anda menjadi salah satu dari mereka yang berhasil?

Tentu Anda sudah banyak mendengar saran bahwa jika seseorang ingin menjadi seorang pengusaha, maka mulailah usaha tersebut sebelum ia keluar dari pekerjaannya yang sekarang. Memang, ini saran yang bagus, tapi sebenarnya tak semudah itu untuk menjalankannya.

Pertama, orang tersebut harus pandai membagi waktu antara bekerja dan membangun bisnis. Umumnya, karena terikat jam kerja dan komitmen terhadap pekerjaan di kantor, ia hanya punya waktu sedikit untuk memikirkan bisnisnya.

Padahal jika targetnya ingin menjadi murni pembisnis, maka ia harus bisa membangun bisnisnya dengan serius agar nantinya ia bisa membayar biaya hidup sehari- hari.

Kedua, ia tentu tak ingin bisnis yang sedang dibangun diketahui atasan. Ini tentu saja karena setiap karyawan tidak ingin dicap sebagai karyawan yang tidak berdedikasi atau berkomitmen tinggi terhadap perusahaan.

Karena itulah, peraturan penting bagi mereka yang ingin memulai bisnis saat masih menjadi karyawan ialah jangan membawa atau mengerjakan bisnis Anda di kantor.

Memang godaan fasilitas di kantor bisa saja membuat seseorang tertarik untuk mengerjakan bisnisnya di waktu luang di kantor, tapi privasi di kantor yang tidak bisa dijamin bisa jadi malah membahayakan statusnya sebagai karyawan.

Lalu, bagaimana langkah yang harus ditempuh agar seorang karyawan bisa tetap merintis usahanya? Deborah A Bailey, penulis buku “Think Like an Entrepreneur: Transforming Your Career and Taking Charge of Your Life”, memberikan tipnya. 

Cari waktu atau tanggal yang tepat untuk mengerjakan bisnis tersebut secara penuh atau full time. 

Cobalah membuat target yang realistik, artinya cobalah untuk menetapkan tanggal yang nyaman bagi diri sendiri dan yakin bahwa di waktu yang ditetapkan bisa menangani bisnis dengan baik.

Cek pengeluaran 

Seberapa besar dana yang dibutuhkan untuk membangun bisnis tersebut serta biaya yang dikeluarkan untuk kebutuhan pribadi. Mereka yang sedang merintis karier harus mampu mengurangi pengeluaran. Pasalnya, jika nanti ia memutuskan untuk keluar dari pekerjaan sementara bisnisnya belum mapan maka masalah pengeluaran akan menjadi masalah besar. 

Mulailah untuk membayar tagihan kartu kredit 

Siapkan rencana untuk membayar tagihan-tagihan kartu kredit. Siapkan juga rencana bujet untuk pengembangan bisnis. 

Bersiap untuk bekerja sendiri 

Jika bisnis yang direncanakan lebih banyak dilakukan di rumah dan tanpa rekan kerja atau asisten, bersiaplah untuk bekerja seorang diri. Siapkan juga jaringan kerja atau jaringan pertemanan agar nantinya berguna saat bisnis sudah berjalan sepenuhnya. 

Buatlah sebuah misi atau target yang ingin dicapai dalam bisnis tersebut 

Target bisa dibuat dalam bentuk business plan atau sebuah pernyataan misi bisnis. Yang penting isinya menyangkut inti dari bisnis tersebut dan mengapa mengerjakan bisnis itu. Ingatlah bahwa memilih untuk berbisnis tidak hanya sekadar keinginan untuk tidak bekerja pada orang lain tapi mengetahui apa yang sedang dan akan dikerjakannya dalam bisnis tersebut. 

Menjaga bisnis tetap berjalan 

Bagaimana jika meninggalkan pekerjaan dengan segera bukanlah menjadi prioritas? Bagaimana jika pekerjaan di kantor dan bisnis atau usaha sampingan ingin dijalankan secara bersamaan? Bailey memberikan saran sebagai berikut. 

Buat batasan 

Klien dalam bisnis bisa saja meminta waktu lebih, tapi prioritas tetaplah pekerjaan di kantor. Seseorang yang memilih untuk membagi pekerjaannya antara karyawan sekaligus pengusaha harus mampu mengatakan pada kliennya bahwa ia punya waktu yang terbatas untuk menangani bisnis. Tetaplah memprioritaskan pekerjaan daripada nantinya dipecat dari pekerjaan karena tidak mampu bekerja dengan baik. 

Berhati-hatilah dalam menggunakan social media. 

Berhati-hatilah jika ingin mempromosikan bisnis secara online karena bisa jadi perusahaan mengecek aktivitas karyawannya di dunia online. Jika bisnis yang dikerjakan berada di bidang yang sama dengan pekerjaan tetap, maka hindari berkompetisi secara langsung di dunia online. 

Jangan tergoda menghamburkan pendapatan 

Memiliki usaha sampingan sudah pasti akan memberikan tambahan pendapatan setiap bulannya. Namun, jangan lantas membuat penghasilan tambahan itu mendorong untuk memperbesar pengeluaran per bulan. Tak ada gunanya jika penghasilan bertambah tapi pengeluaran untuk hal yang bukan prioritas juga bertambah. Lebih baik uangnya digunakan untuk mengembangkan usaha.


http://lifestyle.okezone.com

Monday, 26 April 2010

Sesuatu yang takkan bisa kembali

Di ruang tunggu sebuah bandara, seorang ibu muda terlihat tengah menunggu pesawat yang akan menerbangkan dirinya. 
Karena harus menunggu lama, ia memutuskan untuk membeli buku untuk dibaca. Ia juga membeli sebungkus biskuit, sekadar untuk cemilan dirinya disaat menunggu pesawat. 
Ia kemudian duduk di salah satu kursi di ruang tunggu VIP. Sambil bersandar, ia mulai membuka dan membaca buku yang dipegangnya. 
Di kursi sebelah, yang hanya dipisahkan oleh sebuah meja kecil yang di atasnya tersaji sebungkus biskuit, duduklah seorang pria. Pria tersebut terlihat mulai membaca majalah. 
Ketika ibu muda mengambil sepotong biskuit dari bungkusan yang terletak di atas meja, pria tersebut mengambil sepotong juga. Si ibu muda merasa terganggu dengan perbuatan pria tersebut, namun ia diam saja. Ia hanya bergumam: “Huh... menyebalkan! Ingin rasanya kutampar saja mukanya!” 
Setiap ibu muda tersebut mengambil sepotong biskuit, pria tersebut juga melakukan hal yang sama, sambil tersenyum kepada si ibu muda. Perbuatan pria tersebut benar-benar mengundang geram si ibu muda.... Namun si ibu muda tidak bereaksi apa-apa, ia hanya menyimpan kedongkolan di dalam dada. 
Ketika biskuit tersisa satu potong, si ibu bergumam: “coba saya ingin lihat apa yang akan dilakukannya...!”. Kemudian si pria membelah biskuit tersebut. Ia mengambil separoh dan mempersilakan si ibu muda untuk menikmati yang separohnya lagi....
Benar-benar keterlaluan.......! Kini, kekesalan si ibu muda benar-benar memuncak! Ia segera mengemas barang-barangnya dan meninggalkan tempat duduk tersebut, pindah ke ruang keberangkatan (Boarding room). 
Ketika ibu muda duduk di dalam pesawat, ia membuka tas jinjingnya untuk mengambil kacamata. Betapa terkejutnya dia..... ternyata bungkusan biskuit miliknya ada di dalam tas jinjing, masih utuh...! 
Ia kini menyesal, ... dan benar-benar merasa malu! Ia merasa bersalah. Ia mengira bahwa biskuit yang dimakan tadi adalah miliknya. Ternyata bukan. 
Pria tadi membagi biskuit antara dirinya dan si ibu muda tanpa merasa marah, terganggu atau pun merasa rugi. 
Sementara si ibu muda merasakan sebaliknya. Ia merasa bahwa biskuit tersebut adalah miliknya yang telah diserobot oleh pria tersebut, dan menyangka betapa si pria tersebut telah berbuat kurang ajar kepada dirinya. 
Sahabat, ada empat hal yang tidak dapat diambil kembali... 
1. Batu ... ...setelah dilempar! 
2. Kata-kata... ...setelah diucapkan! 
3. Kesempatan... ... setelah berlalu! 
4. Waktu... ...setelah beranjak pergi!

Semoga dapat diambil hikmahnya 

Sunday, 25 April 2010

Mengapa Berwirausaha?

Banyak orang mencoba memasuki dunia wirausaha setelah ditolak bekerja pada beberapa instansi atau perusahaan atau sudah bekerja pada sebuah instansi tetapi kemudian keluar dan merintis sebuah usaha. Sektor wiraswasta menjadi alternatif terakhir setelah gagal menjadi PNS, gagal diterima kerja .Saya kira tidak ada yang salah semua sah-sah saja. Jiwa wirausaha atau enterpreneurship merupakan sesuatu yang langka dan tidak dimiliki semua orang. Berwiraswasta memerlukan keberanian dan tekad yang kuat serta halangan yang tidak mudah. Harus ada semangat dan komitmen yang kuat serta siap bersusah payah di awal untuk menuai kebahagiaan di akhir. Kemauan dan tekada yang kuat merupakan modal utama dalam membangun sebuah usaha.

Mengapa pekerjaan yang “berat” tersebut banyak disarankan orang untuk dilakukan? Tentu dibalik kesusahan dan tantangan yang berat ada sesuatu yang besar bisa dicapai. Ada banyak alasan mengapa kita harus berwiraswasta . Sektor wiraswasta dari kalangan Usaha Kecil Dan Menengah (UKM) terbukti menjadi bidang usaha yang tahan terhadap deraan krisis keuangan global. Di saat perusahaan-perusahaan besar mengencangkan ikat pinggang dan PHK massal demi efisiensi, sektor UKM dan Wiraswasta justru berkembang. Mantan Karyawan perusahaan yang terkena PHK justru beramai-ramai membuka usaha baru.

Ada beberapa alasan mengapa menjadi wirausahawan menjadi pilihan yang perlu dipertimbangkan:

1. Merdeka Secara Finansial
Menjadi Pegawai baik itu Pegawai Swasta atau Pegawai Negeri ada batas maksimal gajinya. Misal pegawai negeri dengan golongan tertinggi ada aturan-aturan gaji pokok dan beberapa tunjangan dan fasilitasnya. Meskipun seorang pegawai dapat menghasilkan laba milyaran rupiah bagi suatu perusahaan, kenaikan gajinya tidak akan sebanding dengan kenaikan laba perusahaan yang diperoleh. Selain itu kenaikan gaji terkadang tidak bisa mengimbangi kenaikan harga-harga kebutuhan hidup yang makin meningkat pesat. Selain itu meski kita memiliki prestasi yang baik jika pendidikan kita tidak cukup tinggi maka akan sulit untuk mendapatkan gaji yang tinggi. Seorang Wirausaha bisa menentukan besarnya finansial yang sampai secara tak terbatas. Banyak orang bekerja pada orang lain hanya sebagai loncatan untuk mencari modal usaha dan modal relasi. Meski telah mendapatkan fasilitas yang bagus di perusaaan tidak jarang seorang dengan jiwa wiraswasta keluar dan mengembangkan usaha sendiri dengan modal pengalaman bekerja.

2. Merdeka Waktu
Dengan mempunyai usaha sendiri, seorang wirausaha akan mempunyai jam kerja yang bebas, tidak terikat jam kantor , serta bebas dari pelanggaran disiplin kantor.Jika bisnis yang dijalankan sudah berjalann dengan baik tidak perlu setiap hari kita pergi ke kantor karena bisa didelegasikan kepada orang lain. waktu bisa dibagi untuk kegiatan bisnis yang lain atau aktifitas lain. Meski wirausaha memerlukan disiplin yang tinggi tetapi dengan memiliki usaha sendiri kita bisa mengatur waktu semau kita sendiri tanpa diatur oleh orang lain. Dari segi waktu wiraswasta membuat kita merdeka dari segi waktu.

3. Mewujudkan Cita-Cita Hidup
Banyak orang yang memiliki cita-cita dan harapan hidup memberi banyak manfaat bagi banyak orang dan hidup sejahtera dari segi finansial. Menjadi wiraswasta akan memberi peluang orang lain mengembangkan usaha juga, paling tidak memberi peluang orang lain mendapatkan penghidupan dari usaha yang kita jalankan dengan menjadi karyawan.

Dalam berwirausaha yang paling perlu perlu dikembangkan adalah motif berprestasi, kesuksesan dalam berwirausaha adalah prestasi yang ditentukan oleh diri sendiri bukan ditentukan orang lain . Motif ini mestinya menjadi filofofi dasar seorang enterpreneur.Hal kedua adalah semangat berkompetisi secara sehat, bisnis adalah persaingan menjadi yang terbaik. Persaingan yang ketat memerlukan kemauan dan tekad keras,serta kesanggupan berpacu dengan keunggulan. Motif berafiliasi juga juga perlu perlu diperhatikan karena karena wirausaha harus pandai pandai meningkatkan meningkatkan kemampuan manajerial yang mampu menggerakkan orang lain dengan sebaik-baiknya yang dilakukan dengan menjalin hubungan antar sesama yang yang baik. (–Galeriukm–)

Sumber: http://galeriukm.web.id/artikel-usaha/mengapa-berwirausaha

Friday, 23 April 2010

Jika anda Tdk punya apa apa utk dijual, maka kemaslah Khayalan anda sebaik mungkin dan jualah

Sewaktu YOUTH ENTREPRENEUR STUDY mengikuti seminar property di suatu negara, kami menanyakan kepada Coach yang sudah berpengalaman, dan memiliki banyak property menjawab" Khayalan yang bisa di jula", dia menceritakan panjang lebar yg intinya:

Jika anda sadah mendapatkan Lokasi lahan yang akan di tawarkan oleh property agent atau kenalan, maka cobalah gambar dan buat gedung yang paling cocok untuk lokasi tersebut (resort, apartemen, Perumahan, Hotel or Kawasan Industri), kalkulasi secara baik dan buatlah gambar, dan bentuk lah TM Pemasara dan TIM tehnik yang tangguh... sekaligus dilakukan test Market....

Setelah semua kelihatan acceptable, cobalah pendekatan ke Bank dan beberpa pemilik dana, yakinkan mereka bahwa akan mendapatkan keuntungan yang bagus......dst....

Tentunya tidak sesederhana itu, tapi untuk pemula bisa dilakukan dengan langkah kecil lahan 15x25 (bisa untuk Bangunnan 3 ruko), konsepnya sama, hanya semakin besar semakin ribet.....

Thory ini kami praktekkan mulai dari Proyek kawasan Industri kami di KITW technopark, kami bisa mendapatkan Hak pengelolaan lahan 20 ha, hanya dengan perjanjian dengan meterai 6000, dan seterusnya.........tentunya untuk lahan perumahan dan Ruko lebih mudah....

Kesimpullannya, Nasehat Coach kami memang benar adanya, seorang property yang sukses adalah menjualan khayalan, atau dalam bahasa awam disebut MENJUAL GAMBAR.......

Kenapa banyak pemuda yang tidak bisa menjual khayalan, karena mereka tidak memiliki keberanian, sejak kecil banyak anak muda didik org Tua untuk kuliah dan bekerja, bukan untuk mencari uang....karena dengan diterima pegawai Org Tua mengagap sudah berhasil dan terpandang di mata masyarakat dan sebagai pegawai Negeri , sudah ada jaminan pensiun, walalu hal ini tidak salah tapi sudah tidak relevan dengan tuntutan zaman...

Silakan mencoba semoga sukses...

Salam Entrepreneur


YOUTH ENTREPRENEUR STUDY

Tuesday, 20 April 2010

Bank Besar di Balik Aksi Chairul di Carrefour

VIVAnews - Aksi mengejutkan dilakukan oleh taipan nasional Chairul Tanjung ketika mengumumkan membeli 40 persen saham PT Carrefour Indonesia akhir pekan lalu. 

Langkah akuisisi ini dilakukan oleh Trans Corpora, divisi kelompok usaha Para Group yang membidangi hiburan, gaya hidup dan media. Nilai akuisisi saham tersebut juga tak terbilang kecil, yakni Rp 3 triliun.

Dengan langkah tersebut, Trans Corp akan menjadikan kelompok usaha Para Group itu menjadi pemegang saham tunggal terbesar. Sedangkan pemegang saham lainnya adalah Carrefour SA sebesar 39 persen, Carrefour Nederland BV (9,5 persen), dan Onesia BV (11,5 persen).

Pertanyaannya, dari mana sumber dana untuk akuisisi tersebut? 

"Kami memperoleh pendanaan dari sindikasi kreditor luar negeri," ujar Ishadi, salah satu eksekutif Para Group kepada VIVAnews di Jakarta, 19 April 2010. 

Kreditor luar negeri itu adalah bank-bank besar dunia. Mereka adalah Citibank, JP Morgan, ING dan Credit Suisse. Lembaga keuangan dunia itu bersedia membiayai langkah taipan berdarah Padang ini untuk menguasai pemain utama di bisnis strategis ini, yakni distribusi produk kebutuhan pokok dan konsumsi Indonesia. 

Carrefour adalah perusahaan 25 besar Fortune Global 500. Sedangkan, sejumlah lembaga keuangan yang membantu pendanaan Chairul Tanjung juga merupakan bank-bank papan atas dunia, juga masuk dalam Fortune Global 500. 

Menurut majalah Forbes edisi Maret 2010, Chairul Tanjung adalah salah satu orang kaya asal Indonesia. Pria berusia 47 tahun itu berada di urutan ke 937 dunia dengan total kekayaan US$ 1 miliar.

Berikut ini rincian keempat bank kakap yang akan mendanai Chairul, salah satu dari tujuh taipan asal Indonesia yang melejit di dunia tersebut.

Ing Group 
Ini adalah satu perusahaan jasa keuangan yang berkantor pusat di Amsterdam, Belanda dengan ranking nomor 8 dari list 500 top dunia versi majalah Fortune 2009. Dengan total karyawan 125 ribu di seluruh jagat, Ing memiliki aset senilai US$ 1,8 triliun dengan total pendapatan US$ 226 miliar pada 2009. 

Citigroup 
Ini adalah lembaga keuangan terkemuka yang berpusat di New York, Amerika Serikat yang berada di urutan ke 39 dari 500 top dunia versi Fortune 2009. Dengan total karyawan 324 ribu di seluruh dunia, tahun lalu Citigroup mengelola total aset US$ 1,94 triliun dan pendapatan US$ 112 miliar. Citibank adalah salah satu unit dari Citigroup. 

JP Morgan 
Satu bank besar asal Amerika Serikat yang berkantor pusat di New York berada di urutan 49 dari 500 top dunia versi Fortune 2009. Dengan jumlah karyawan 224 ribu, JP Morgan memiliki aset US$ 2,17 miliar dengan pendapatan US$ 101,4 miliar pada tahun lalu. JP Morgan dipimpin James Dimon. 

Credit Suisse
Bank besar asal Swiss yang menempati ranking 164 dari 500 top dunia Fortune. Dipimpin oleh Brady W. Dougan, bank yang berkantor pusat di Paradeplatz, Zurich ini memiliki 47 ribu karyawan yang tersebar di seluruh dunia. Total asetnya mencapai US$ 1 triliun dengan pendapatan US$ 45 miliar pada tahun lalu.

Monday, 19 April 2010

Kenapa Chairul Tanjung Kuasai Carrefour?

VIVAnews - Langkah taipan Chairul Tanjung membeli 40 persen saham PT Carrefour Indonesia mengundang kejutan. Apalagi, nilai akuisisi tergolong besar, yakni Rp 3 triliun. 

Dengan langkah tersebut, Trans Corp akan menjadikan kelompok usaha Para Group itu menjadi pemegang saham tunggal terbesar. Sedangkan pemegang saham lainnya adalah Carrefour SA sebesar 39 persen, Carrefour Nederland BV (9,5 persen), dan Onesia BV (11,5 persen).

Lantas, apa tujuan utama dibalik akuisisi perusahaan retail raksasa ini? 

"Carrefour bergerak di sektor yang sangat strategis," ujar Ishadi, salah satu eksekutif Grup Para kepada VIVAnews di Jakarta, Senin, 19 April 2010. Menurut dia, Carrefour adalah pemain utama dalam distribusi produk kebutuhan pokok dan konsumsi Indonesia. 

"Masak institusi strategis dikuasai asing," kata Ishadi. 

Hal senada diungkapkan oleh Chairul Tanjung akhir pekan lalu. "Saya ingin memastikan bahwa sembako (sembilan bahan pokok) dijual dengan harga terbaik di Carrefour." 

Menurut Chairul, akuisisi dapat membangkitkan semangat perusahaan-perusahaan di Indonesia untuk terus tumbuh menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Melalui kerja sama itu, Trans Corp akan menerapkan kekuatannya dalam inovasi, operasi, dan pengetahuan mengenai pasar lokal untuk bekerja sama dengan Carrefour dalam menyediakan kebutuhan-kebutuhan khas dari konsumen di Indonesia. 

Kerja sama itu nantinya juga akan mengombinasikan gerai Carrefour dengan kelompok usaha Para Group dalam bidang pelayanan finansial dan gaya hidup (lifestyle-fashion), makanan dan minuman (food & beverage), dan travel.

"Trans Corp juga mempunyai visi strategis di bidang ritel dan bisnis yang mempunyai sinergi potensial serta signifikan dengan Carrefour," ujar Shafie Shamsuddin, direktur utama Carrefour Indonesia.

Saat ini, Carrefour merupakan retailer terbesar di Indonesia dan mempunyai pengaruh besar terhadap distribusi barang dan komoditas di dalam negeri. Pemasok Carrefour bervariasi mulai dari perusahaan besar, kecil, dan menengah, petani, peternak, kelompok nelayan, dan lain.

Saturday, 17 April 2010

Belajar Bisnis Chairul Tanjung(CT), pada saat mengaquisis 40% Saham carrefour

Adalah CT pengusaha Nasional yg sangat berkibar saat setelah Krismon, dan org selalu bertanya darimana uang dan modal sebanyak itu tiba tiba muncul, dan menkaitkan dgn beberapa mantan konglomerat Orde Baru, apapun itu setelah kita pelajari metode bnssnya dan pantasllah kalau belaiu bisa terus berkibar melalui Bank Mega, Trans Tv dan banyak usaha lainnya dan kita dgn uang USD 300 Juta tlah mengaquisis 40% saham Carrefour di Indonesia dgn consept "Landmark Strategic Aquisition". Utk Carrefour sendiri hal ini merupakan solusi terbaik di tengah banyaknya tuntutan pihak lokal dan masyarakat, terutama kasus hukum dgn Pihak Lippo Group yg sampai saat ini masih mengantung.

Kita harus memahami tdk ada jeleknya belajar management dgn Prsh Asing dan beberapa prsh PMA yg telah bercokol kuat di Indonesia telah memberikan konstribusi yg besar seperti : Nestle telah menjaga harga pasukan susu Nasional, Holcum telah membuat produk "Solusi Rumah kita" rumah murah cepat bangun dan kini Carrefour dikenal sangat getol mengoptimalkan retail.

Kita berharap aparat penegak Hukum di negeri ini bisa belajar dari kasus "ASTRO" yg karena maslah hukum harus hengkang dari Indonesia yg justru telah memberikan pelayanan yg lebih baik, tapi mereka justru kalah dalam keputusan Hakim, dan banyak lagi soal penjiplakan Merek dagang dan pertentangan usaha yg membuat banyak Investor Asing memilih Negara Asean lainnya. Semua gara gara Hukum belum betul betul menjadi Panglima, yg ada hanyalah konglomerat muda dadakan. 

Kita beruntung memiliki Konglomerat yg tlah memberikan angin segar bagi perekonomian Indonesia seperti Bakri Group, Para, Bosowa, Sinar Mas dan ex Astra Group yg telah memberikan konstribusi yg besar Indonesia dalam persaingan Internasional. Kita membutuhkan Konglomerat yg kuta bersaingan dan bukan konglomerat yg jago kandang yg memanfaatkan kelemahan parat pemerintah (konglomerat Plat Merah)....

Semoga apa yg telah dilakukan CT menjadi pemicu semangat utk kaum muda dan Bangsa Indonesia tercinta....

Mari Berkarya utk Indonesia tercinta...
Salam Entrepreneur...